Catatan Pemimpin

IMAN PUSAT HUKUM KERAJAAN ALLAH
Pdt. Edy Junaedi, MA - 28 April 2017

Manusia dalam menjalani kehidupannya banyak menghadapi misteri. Mulai dari pertanyaan tentang alam yang sulit diprediksi, sampai keberadaan hidup manusia itu sendiri. Hal misteri yang dialami oleh kehidupan manusia, misalnya secara tiba-tiba salah satu keluarga atau kerabat terjangkit penyakit parah, kehilangan orang-orang yang kita cintai selamanya, dikhianati atau ditipu oleh orang kepercayaan, dan sebagainya. Besar atau kecil, misteri memenuhi keberadaan manusia dari hari ke hari. Itulah sebabnya kitab Amsal 30:18-19 mencatat "ada tiga yang mengherankan aku, bahkan, ada ada empat hal yang tidak ku mengerti: jalan rajawali di udara, jalan ular di atas cadas, jalan kapal di tengah-tengah laut, dan seorang laki-laki dengan seorang gadis"

Ketika menghadapi misteri kehidupan yang tidak menyenangkan sampai kepada hal yang paling kritis, biasanya sebagian besar manusia mulai kehilangan keparcayaan dan iman kepada Tuhan sehingga meragukan kemampuan akan kekuasaan-Nya. Ingat orang percaya diuji lewat ujian yang kita lewati. Kita tidak percaya hanya sebatas apa kita harus percaya, tetapi sampai kepada kekuatan iman kita, sebab dengan demikian kita menentukan seberapa baiknya kita berfungsi dan menenikmati kepenuhan kehidupan dalam Kerajaan Allah.

Mengutip Myles Munroe tentang iman: "Iman adalah mata uang Kerajaan Tuhan, dan ekonomi Kerajaan tidak pernah menderita resesi. Ekonomi Kerajaan tidak pernah mengalami inflasi. Ekonomi Kerajaan selalu stabil, selalu aman, selalu terjamin. Kapan pun kita menginfentasikan mata uang kita (iman) dalam ekonomi Kerajaan, kita akan selalu berinventasi dalam pasar yang kuat". Iman Kerajaan Surga membangun ketahanan, bukan dengan menghindari atau melarikan diri dari ujian kesulitan, tetapi menghadapi dengan kuasa Tuhan. Tanpa iman Kerajaan itu tidak dapat berfungsi.

Perhatikan ayat Alkitab yang disampaikan oleh Tuhan Yesus berikut ini: "Jadilah kepadamu menurut imanmu" (Matius 9:29b). "Hai ibu, besar imanmu, maka jadilah kepadamu seperti yang kaukehendaki" (Matius 15:28). "Ia berkata kepada mereka: "Karena kamu kurang percaya. Sebab Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya sekiranya kamu mempunyai iman sebesar biji sesawi saja kamu dapat berkata kepada gunung ini; Pindah dari tempat ini ke sana, -maka gunung ini akan pindah, dan takkan ada yang mustahil bagimu". (Matius 17:20). "Yesus menjawab mereka: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jika kamu percaya dan tidak bimbang, kamu bukan saja akan dapat berbuat apa yang Kuperbuat dengan pohon ara itu, tetapi juga jikalau kamu berkata kepada gunung ini: Beranjaklah dan tercampaklah ke dalam laut! hal itu akan terjadi. Dan apa saja yang kamu minta dalam doa denga  penuh kepercayaan kamu akan menerimanya". (Matius 22:21-22). "Ketika Yesus melihat iman mereka, berkatalan Ia kepada orang lumpuh itu: "Hai anakKu, dosamu sudah diampuni!" (Markus 2:5). "Sebab di dalamnya nyata kebenar Allah, yang bertindak dari iman dan memimpin kepada iman, seperti ada tertulis: "Orang benar akan hidup oleh iman". (Roma 1:17).

Pernyataan-pernyataan Tuhan Yesus, sangat jelas dan mengindikasikan perlunya iman untuk dapat berfungsi dalam ekonomi dan masyarakat Kerajaan Allah.

Sebagaimana halnya sebuah negara akan berfungsi dengan hukum-hukum demikian juga dengan Kerajaan Allah. Pusat dari hukum dalam Kerjaan Allah adalah hukum iman. Kerajaan Tuhan  berfungsi dengan iman, dan tanpa iman tidak ada yang berfungsi. Kehidupan Kerajaan yang berhasil adalah hidup dengan iman dan bukan karena melihat, percaya sepenuhnya kepada Tuhan daripada hikmat mereka sendiri. Jadi warga negara Kerjaan Allah berjalan dengan iman, bukan dengan penglihatan jasmani.

Ketika kita berjalan dengan iman, kita melihat dari sudut pandang Surgawi yang jauh lebih luas dan yang jauh melampaui pandangan jasmani apapun. Keadaan-keadaan dan kenyataan-kenyataan yang tidak terlihat dari sudut pandang manusia menjadi terbuka pada pandangan kita karena iman Kerajaan, tidak berdasarkan pada mata jasmani, tetapi berdasarkan pada penglihatan rohani. Dalam hukum Iman Kerajaan tidak menghindari tantangan tetapi menerima semuanya itu sebagai kehidupan iman. Dalam Kerajaan Allah tidak ada yang mustahil karena Tuhan tidak memiliki keterbatasan. Ia Mahakuasa, Mahadasyat, Mahahadir, Mahatahu dan seluruh alam semesta adalah milik-Nya.

Menjadi Serupa Dengan Kristus

Membangun Kerajaan Allah, Memiliki Iman Yang Teguh, Bersikap Profesional, dan Mencapai Hidup Sejahtera

— Kekeluargaan, Optimis, Misi, Pengabdian, Antusias, Sejahtera (KOMPAS) —