Catatan Pemimpin

ANYER - PANARUKAN
Pdt. Edy Junaedi, MA. - 01 May 2017

Commercial Photography

Untuk memberikan dampak di hari depan  yang baik, tidak selalu diawali dengan perkara yang baik. Perasaan takut pun dapat memberikan dampak kebaikan dan berguna di kemudian hari. Perasaan takut seperti apa yang dapat mendatangkan hal kebaikan di kemudian hari? Salah satunya ialah takut gagal atau takut kalah.

Saya akan mengambil contoh dari perasaan takut kalah atau hancur  yang berdampak kebaikan di saat ini ialah pembuatan jalan Anyer – Panarukan yang dilakukan oleh Daendels. Jalan Anyer – Panarukan panjangnya kurang lebih 1000 km. jalan ini dibangun pada masa pemerintahan Gubernur Jenderal Belanda Herman Willem Daendels (1762-1818). Dengan tangan besinya jalan itu diselesaikan hanya dalam waktu setahun saja (1808). Sumber Inggris melaporkan seluruh korban yang tewas akibat pembangunan Jalan raya Pos sebanyak 12.000 orang (itu yang tercatat, diyakini jumlah korban lebih dari itu). Daendels, marsekal yang diangkat menjadi Gubernur Jenderal di Hindia Belanda oleh Napoleon (saat itu sedang menguasai Belanda), bertujuan untuk antisipasi serangan angkatan laut Inggris, yang saat itu telah memblokade Pulau Jawa. Tahun 1808, Daendels tiba di Anyer, setelah melalui perjalanan panjang melalui Cadiz di Spanyol Selatan, Kepulauan Kanari, menggunakan kapal berbendera Amerika dari New York.

Ketika baru saja menginjakkan kakinya di Pulau Jawa, Daendels berangan-angan untuk membangun jalur transportasi sepanjang pulau Jawa guna mempertahankan Jawa dari serangan Inggris. Angan-angan Daendels untuk membangun jalan yang membentang antara Pantai Anyer hingga Panarukan, direalisasikannya dengan mewajibkan setiap penguasa pribumi lokal untuk memobilisasi rakyat, dengan target pembuatan jalan sekian kilometer. Jalan Raya Pos menghubungkan kota-kota berikut: Anyer- Serang- Tangerang- Jakarta- Bogor- Sukabumi- Cianjur- Bandung- Sumedang- Cirebon- Brebes- Tegal- Pemalang- Pekalongan- Kendal- Semarang- Demak- Kudus- Rembang- Tuban- Gresik- Surabaya- Sidoarjo- Pasuruan- Probolinggo- Panarukan. Sebagian jalur Jalan Raya Pos (De Grote Postweg ) yang dibangun oleh Daendels merupakan bagian dari jalan desa yang dirintis dan ditempuh pasukan Sultan Agung saat menyerang Batavia tahun 1628 dan 1630.

Jalan ini telah menjadi saksi bisu lalu lintas dan usianya telah 200an tahun. Manfaat yang diperoleh dari jalan ini, yang semula dari Jalan Raya Pos telah berperan sebagai jalan pertahanan militer, sebagai salah satu urat nadi utama perekonominan Indonesia, khususnya di Pulau Jawa. Dahulu setiap jarak 30-40km terdapat Gardu Pos untuk menggantikan kuda yang membawa Kereta-Pos dan lama-kelamaan disekitar gardu Pos terbentuk Desa atau kota. Sekarang jika diperhatikan jarak antara tiap kota sepanjang Pantura sekitar 30-40 km.

Dari kisah pembuatan jalan raya pos Anyer – Panarukan ini dapat menginspirasi saya dalam membangun pekerjaan Tuhan. Tuhan merencanakan pembangunan Kerajaan-Nya di bumi melalui kita, dan setiap kita telah dijadikan kawan sekerja-Nya baik di gereja lokal maupun organisasi gereja. Pemimpin gereja lokal maupun organisasi yang terdahulu dapat dianalogikan sebagai orang-orang yang telah bekerja dalam membangun jalan raya pos Anyer – Panarukan. Mereka pada waktu itu belum dapat melihat dampak dan menikmati hasil dari apa yang mereka kerjakan. Demikian juga dengan  Pemimpin kita yang telah menyiapkan strategi dan nilai-nilai dalam membangun pertumbuhan. Pertumbuhan yang diharapkan pemimpin kita adalah pertumbuhan rohani, pertumbuhan bilangan maupun pertumbuhan kesejahteraan.

Saat ini dampak dari para pendahulu kita yang telah membangun jalan raya pos Anyer – Panarukan adalah adanya gedung-gedung bertingkat dan jalan-jalan besar baru. Hal yang sama sudah seharusnya dan sudah waktunya, bagi kita bersama-sama untuk membangun organisasi. Mari kita membangun organisasi kita lewat gereja lokal – gereja lokal dengan nilai-nilai Kristus sesuai dengan panggilan dan pelayanan kita.

Tuhan Yesus memberkati.

Menjadi Serupa Dengan Kristus

Membangun Kerajaan Allah, Memiliki Iman Yang Teguh, Bersikap Profesional, dan Mencapai Hidup Sejahtera

— Kekeluargaan, Optimis, Misi, Pengabdian, Antusias, Sejahtera (KOMPAS) —