Kesaksian

HERNI KRISTIASTUTI
Redaksi - 01 September 2017

"Melepaskan Pengampunan Bagi Orang Tua"

Herni Kristiastuti - GPKdI Banjarmasin

Nama saya Herni Kristiastuti tinggal di Sungai Tabuk, Abumbun Jaya, Banjar Kalimantan Selatan. Saya sejak kecil sudah beragama Kristen dan kecil sampai menikah saya menetap di Pulau Jawa bersama keluarga besar, setelah ada program transmigrasi ke Kalimantan Selatan, kami sekeluarga pun menetap di Kalimantan Selatan. Tahun 1995, saya mencari-cari Gereja di Banjarmasin setelah beberapa lama, saya dan keluarga dipertemukan dengan Alm. Pdt. Jhon Sangkoy gembala GPKdI Banjarmasin. Setelah beberapa lama, saya pun aktif di gereja ini dalam setiap kegiatan gereja. Saya dan suami sudah dikaruniai dua anak laki-laki, Daniel H. Saulika dan Samuel Rizky Pangestu. Banyak hal yang kami alami saat kami sungguh-sungguh mengikut Yesus, baik susah maupun senang kami banyak mengalami pengalaman bersama Tuhan Yesus.  

Puji Tuhan mulai awal tahun 2011 suami saya mulai aktif ke gereja, saya yakin kuasa Roh Kudus yang menuntunnya sehingga kami sama-sama saling menopang untuk tetap melayani Tuhan. Tuhan juga menjamah anak-anak kami padahal dulunya mereka sangat sulit untuk diarahkan kepada hal-hal yang rohani. Mereka juga banyak mengalami hal-hal yang baik dan tetap percaya kepada Tuhan Yesus. Dampaknya kami banyak melihat Berkat Tuhan, termasuk ekonomi kami mulai membaik.

Tahun 2015 bulan Agustus saya dan suami berkomitmen untuk mengikuti program GPKdI yaitu SMK Berakar. Di kelas kami diajar, dididik, dibekali tentang ajaran kristen. Kami juga belajar untuk mengaplikasikan setiap materi yang kami dapat dalam kehidupan kami setiap hari termasuk dalam pekerjaan saya sebagai sekertaris di desa kami. Dan oleh kemurahan Tuhan, kami juga dipercayakan melayani Tuhan bersama-bersama di GPKdI Banjarmasin.

Ketika tim dari sinode daerah DKI mengunjungi kami dalam rangka retreat SMK, Puji Tuhan, saya dan suami berkesempatan ikut. Sesi demi sesi kami ikuti. Sampailah pada sesi yang berbicara tentang mengampuni yang disampaikan oleh Pdt. Teddy Kurniawan. Saat itu saya sadar Tuhan mulai menjamah saya. Saya mulai teringat ternyata di dalam hati saya masih menyimpan sakit hati pada orangtua dan adik-adik saya di pulau Jawa. Sebelumnya Saya merasa sudah mengampuni mereka tapi ternyata memang belum sepenuhnya.

Kejadiannya memang sudah lama, sekitar 5 tahunan yang lalu. Saat itu keadaan kami masih sulit bahkan boleh dikatakan ekonomi kami sangat terpuruk. Ada momen dimana saya dan suami sangat memerlukan biaya sekolah untuk anak, karena sudah benar-benar kepepet, saya coba meminta bantuan dari orang tua. Saya juga ingat kalau saya punya sebidang tanah dipulau Jawa, tapi ternyata saya tidak mendapat respon yang baik dari orang tua, tanah saya juga sudah digunakan untuk keperluan adik saya. Singkat cerita, sayapun semakin kecewa kala itu dan memutuskan untuk tidak mau lagi berkomunikasi dengan mereka.  

Kembali ke sesi Retreat SMK. Saat Tuhan jamah saya, saya tersungkur memohon pengampunan dari Tuhan Yesus atas semua sikap saya terhadap orangtua dan adik-adik saya. Sejak saat malam itu, saya berjanji untuk menghubungi orang tua dan adik-anak saya, mengakui kekecewaan saya serta melepaskan pengampunan. Puji Tuhan berkat dukungan dari anak dan suami, setelah komitmen itu, Tuhan pun memulihkan hubungan saya dan keluarga yang ada di Jawa. Dan  sekarang saya merasa lega serta ada sukacita penuh saat melayani Tuhan. Menjadi komitmen kami sekeluarga untuk terus menjadi berkat dilingkungan kami dan kami pun mau untuk terus melayani Tuhan, Tuhan Memberkati.  

"Saya sadar Tuhan mulai menjamah saya dan mulai saya teringat ternyata di dalam hari saya masih menyimpan sakit hati pada orangtua dan adik-adik saya di pulau Jawa”
 

Menjadi Serupa Dengan Kristus

Membangun Kerajaan Allah, Memiliki Iman Yang Teguh, Bersikap Profesional, dan Mencapai Hidup Sejahtera

— Kekeluargaan, Optimis, Misi, Pengabdian, Antusias, Sejahtera (KOMPAS) —