Reflection

KETAATAN
Andy Wijaya - 01 May 2017


“Tiap-tiap orang harus takluk kepada pemerintah yang diatasnya, sebab tidak ada pemerintah, yang tidak berasal dari Allah; dan pemerintah-pemerintah yang ada, ditetapkan oleh Allah. Sebab itu barangsiapa melawan pemerintah, ia melawan ketetapan Allah dan siapa yang melakukannya, akan mendatangkan hukuman atas dirinya.” - Roma 13:1-2 

Ketika berkendara di jalan raya, hal yang paling saya perhatikan adalah ketaatan pengendara akan rambu lalu lintas. Ketika lampu rambu lalu lintas berwarna merah, saya memperhatikan apakah mereka benar berhenti dibelakang garis marka atau apakah mereka tetap menerobos lampu merah atau tidak? tapi kenyataannya selama ini masih banyak pengendara yang tidak menaati peraturan lalu lintas, mereka menyepelekan hal ini dan akibat yang mereka dapatkan ialah ditilang oleh petugas kepolisian.

Suatu hari saya melewati sebuah kawasan di pontianak, tempat itu saya sebut “Dunia tanpa aturan”, kenapa saya sebut demikian?!, karena masyarakat yang mengendarai sepeda motor kebanyakan dari mereka tidak menggunakan helm dan tidak menaati rambu lalu lintas. Ketika di satu sisi rambu lalu lintas berwarna hijau, disisi lain yang sebenarnya lampunya masih berwarna merah juga tidak mau kalah, mereka tetap tancap gas walaupun merah, akibatnya lalu lintas jadi kacau dan perang bunyi klakson dari masing-masing kendaraan pun berlangsung. Suatu ketika saat saya berada di kawasan yang saya sebut “Dunia tanpa aturan” tadi, saya berada tepat diposisi paling depan saat lampu merah menyala. dibelakang dan disebelah kanan saya juga ada truk yang berhenti. Jalanan memang tidak terlalu ramai pada waktu itu. karena truk yang di sebelah kanan saya itu tidak ada kendaraan lain di depannya maka sebelum lampu hijau menyala truk tersebut melanggar lampu merah dan jalan duluan. Saat itu ketaatan saya di uji, saya tetap bersikeras tidak akan jalan sebelum lampu hijau walaupun truk yang dibelakang saya juga sudah klakson tidak karuan bahkan berteriak “Wooiii...!!!”, bahkan sopirnya truk tersebut sudah mengancang-ancang gasnya seakan-akan ingin melaju dan menabrak saya padahal lampu belum berwarna hijau.

Teman-teman, jangan kita menjadi orang yang “buta warna” dalam melihat rambu lalu lintas seperti kisah tadi dan jangan juga kita menjadi orang Kristen yang “buta firman”, tahu kebenaran tetapi tidak melakukannya. Tuhan ingin kita bisa menaati peraturan pemerintah. Firman Tuhan berkata di Roma 13:1-2 “Tiap-tiap orang harus takluk kepada pemerintah yang diatasnya, sebab tidak ada pemerintah, yang tidak berasal dari Allah; dan pemerintah-pemerintah yang ada, ditetapkan oleh Allah. Sebab itu barangsiapa melawan pemerintah, ia melawan ketetapan Allah dan siapa yang melakukannya, akan mendatangkan hukuman atas dirinya.”

Bukankah ketika kita taat melakukan perkara kecil maka Tuhan akan mempercayakan kita perkara yang besar. Memang kita masih muda, tetapi seperti yang disampaikan Rasul Paulus kepada anak rohaninya dalam 1 Timotius 4:12 Jangan seorang pun menganggap engkau rendah karena engkau muda. Jadilah teladan bagi orang-orang percaya, dalam perkataanmu, dalam tingkah lakumu, dalam kasihmu, dalam kesetiaanmu dan dalam kesucianmu”. So..  Mari kita tunjukan perbedaan, tunjukan kalau kita berbeda dari dunia ini, tunjukan kalau kita memiliki karakter Kristus dalam diri kita.

Saya yakin dan percaya perkara-perkara yang Tuhan maksud tidak hanya berkat materi saja, melainkan dalam hal seperti menaati rambu lalu lintas juga adalah perkara yang Tuhan berikan untuk membentuk kita menjadi orang Kristen yang memiliki kesabaran dan menjadi contoh yang benar bagi banyak orang. Semua harus dimulai dari kesadaran diri kita masing-masing sebagai anak-anak Tuhan. Dengan kita menaati peraturan yang ditetapkan pemerintah, walaupun kita masih muda tapi kita bisa menjadi dampak bagi banyak orang, kita bisa menjadi terang bagi masyarakat, dan tentu saja kita bisa menjadi berkat bagi pemerintah karena secara tidak langsung kita turut ambil bagian dalam memperbaiki situasi jalan raya di sekitar kita sehingga lalu lintas di negara kita Indonesia menjadi teratur.

“Milikilah sikap hati yang taat, karena ketaatan mendatangkan berkat.” 

[aw]

Menjadi Serupa Dengan Kristus

Membangun Kerajaan Allah, Memiliki Iman Yang Teguh, Bersikap Profesional, dan Mencapai Hidup Sejahtera

— Kekeluargaan, Optimis, Misi, Pengabdian, Antusias, Sejahtera (KOMPAS) —