Reflection

SUPAYA DUNIA PERCAYA
Eric Suryadi - 01 June 2017


Supaya mereka semua menjadi satu, sama seperti Engkau, ya Bapa, di dalam Aku dan Aku di dalam Engkau, agar mereka juga di dalam Kita, supaya dunia percaya, bahwa Engkaulah yang telah mengutus Aku – Yohanes 17:21

Kata menjadi satu begitu luar biasa di ayat ini. Jika Yesus saja sampai mendoakan hal ini, maka hal ini tidak bisa kita pandang sebelah mata. Yesus tidak berdoa supaya kita semua menjadi sama tapi menjadi satu. Bayangkan kalau kita mengunjungi sebuah tempat yang hanya memakai satu warna? Justru karena banyak warna dan ditampilkan menjadi satu maka semua itu menjadi keindahan. Secara tidak sadar kita suka dengan keanekaragaman karena ada dinamika dan energi tertentu. Lihatlah not, karena berbeda dan disatukan dapat menjadi musik yang indah.  Apa jadinya sebuah lagu kalau hanya boleh memakai satu not? Maka itu tidak ada yang salah dengan berbeda. Bangsa kita punya semboyan: Bhinneka Tunggal Ika diambil dari bahasa Jawa kuno yang artinya Walaupun berbeda-beda tetapi tetap satu. Kita tidak mengusahakan kesamaan, tapi kita mengusahakan kesatuan.

Untuk mempersatukan sesuatu biasanya dibutuhkan pengikat. Kenapa? Karena secara alamiah kita belum tentu dengar rela hati bersatu dengan sesuatu yang berbeda dengan kita. Ambillah contoh ketika saya sedang mengikuti sebuah conference di Singapore (tentu semua tahu di singapore banyak suku bangsa tinggal di sana) ketika saya makan dan mau cari tempat duduk, dengan siapa saya mau duduk sama-sama? Secara alamiah saya lebih condong duduk bersama yang Asian. Padahal di sana ada yang Indian (gak biasa dengan wewangian khususnya), ada yang African American (takut gak bisa ikutin gaya ngomongnya yo dude what's up dog? nah kan saya bakal bingung mau jawabnya apa?) 

Kita mencoba mempersatukan sesuatu dengan menggunakan karet, tali, komitmen, janji, tanda tangan, tapi tidak ada yang paling kuat seperti kasih. Apa yang dapat dilakukan oleh kasih untuk mempersatukan? 

Kasih memampukan kita menerima perbedaan.
Dalam Kejadian 2:18 dikatakan penolong sepadan dalam bahasa asli Ibrani kenegdo artinya opposite to, counter part (berlawanan, kebalikkannya). Sangat menarik, Tuhan yang berinisiatif untuk memberikan pasangan yang totally different tapi cocok. Banyak yang ketika lagi pedekate mencarinya persamaan, semakin sama semakin terlihat seperti jodoh. Sama mungkin terlihat lebih mudah, tapi hanya ketika berbedalah kedinamisan terjadi. Bayangkan aja kalau ada sepasang kekasih yang sama-sama pendiam dan tidak ada yang berinisiatif untuk membuka topik, nah itu pacaran apa mengheningkan cipta?.

Segala sesuatu yang berhubungan pada dasarnya harus berlawanan supaya bisa nyambung contoh jack kabel, untuk dapat terhubung jack ini harus bersatu dengan jack yang berbeda. Hey saya mau kasih tau, Itu sebabnya sesama jenis gak cocok! Meskipun terlihat lebih mudah kalau semua sama, tapi kreativitas akan mati. Jangan cari persamaan tapi kesatuan. Jangan takut dengan perbedaan atau orang yang berbeda dengan kita. Jangan matikan ide yang berbeda dengan yang kamu punya, ijinkan dia kemukakan ide tersebut lebih dulu. Hanya karena ide temanmu berbeda dengan milikmu, bukan berarti ide dia yang salah.

Gereja itu seperti rumah, We Are A Family. Nah yang namanya rumah pasti ada ributnya. Mazmur 133 mengatakan tentang diam bersama dalam kerukunan. Kerukunan jauh lebih penting daripada memenangkan argumentasi. Apa gunanya memenangkan argumentasi kalau harus kehilangan intimasi? Buat apa kita habiskan waktu kita, emosi kita, tenaga kita hanya untuk cari tahu siapa yang benar dan salah dalam konflik. Jadi kalau mau capek, capeklah untuk mencari tahu solusinya apa. Di dalam setiap konflik, kita harus selalu memilih ego kita atau hubungan kita? Dalam setiap perselisihan, tidak penting siapa yang memulai dahulu. Kita tidak perlu membalas. Kita selalu dapat menghentikannya dan menjadi pihak yang menyelesaikannya tanpa butuh memperpanjang perselisihan tersebut.

A lot of problems would disappear if we talk TO each other instead of ABOUT each other. Apalagi tidak hanya kehilangan hubungan tapi juga kehilangan berkat. Tidak ada berkat di dalam satu tim yang terpecah belah karena Tuhan tidak bisa perintahkan berkat ke dalamnya. 

Inilah yang Yesus doakan untuk kita bersatu di dalam kasihNya, supaya dunia percaya bahwa kita di dalam Dia dan Dia di dalam kita. 


[es]

Menjadi Serupa Dengan Kristus

Membangun Kerajaan Allah, Memiliki Iman Yang Teguh, Bersikap Profesional, dan Mencapai Hidup Sejahtera

— Kekeluargaan, Optimis, Misi, Pengabdian, Antusias, Sejahtera (KOMPAS) —