Renungan

DIAMPUNI UNTUK MENGAMPUNI
Santino Widjaja - 01 September 2017

Pembacaan Alkitab : Matius 18:21-35

Perikop di atas  mencatat perumpamaan Yesus tentang seorang hamba yang memiliki hutang 10,000 talenta kepada seorang raja.  Sebegitu besar hutangnya sehingga hamba tersebut tidak mampu membayarnya, dan karena itu ia layak dihukum dengan sangat berat. Namun raja itu berbelas kasihan dan membebaskan hamba tersebut dari semua hutangnya. Betapa lega dan gembiranya dia. Tapi saat keluar, ia bertemu dengan kawannya yang berhutang kepadanya hanya 100 dinar.  Dengan kejamnya hamba ini mencekiknya dan menyeret kawannya ke dalam  penjara. Mengetahui hal ini raja itupun menjadi murka kepada hamba yang jahat ini, dan menyerahkannya kepada algojo-algojo untuk dihukum.

SETIDAKNYA ADA 4 PELAJARAN PENTING YANG BISA KITA PETIK DALAM PERUMPAMAAN INI. 
1. Dosa Digambarkan Sebagai Hutang (yang sangat besar) 
“Setelah ia mulai mengadakan perhitungan itu, dihadapkanlah kepadanya seorang yang berhutang sepuluh ribu talenta” - Matius 18:24
Yesus menggambarkan dosa itu seperti hutang. Setiap pelanggaran yang kita buat merupakan hutang kepada Allah yang harus kita bayar.  Dan Yesus mengungkapkan nilainya adalah10,000 talenta. Berapakah 10, 0000 talenta itu? – 1 talenta adalah 6000 dinar. Sedangkan 1 dinar adalah besar upah harian seorang buruh. Jadi 10,000 talenta sama dengan 60 juta dinar, atau upah 60 juta hari kerja, atau 226 ribu tahun kerja!!.  Itu artinya hamba itu harus bekerja dari sejak jaman Dinosaurus untuk bisa melunasi hutangnya. Begitulah gambaran kondisi dosa kita di hadapan Allah.  Semua manusia memiliki dosa yang terlalu besaaaaaar, yang tidak mungkin bisa lunasi. 

2. Manusia Berusaha Melunasi Hutangnya
“Maka sujudlah hamba itu menyembah dia, katanya: Sabarlah dahulu, segala hutangku akan kulunaskan” – Matius 18:26.
Ketika diberitahukan tentang hutangnya yang super jumbo itu, hamba itu masih mengatakan akan berusaha untuk melunaskan;  suatu janji yang sebenarnya ia sudah tahu mustahil untuk dipenuhi. Ya, begitulah yang dilakukan oleh manusia di luar Kristus.  Mereka tahu dosa mereka sangat besar,  tapi mereka masih berkata seperti hamba itu: “Sabarlah dulu, segala hutang(dosa)ku akan kulunaskan”.

Bagaimana caranya mereka melunaskan hutang (dosa) mereka? Mereka melakukan kebalikannya dari dosa, yaitu dengan memperbanyak perbuatan baik dan kesalehan.  Apakah itu cukup? Tentu saja tidak akan pernah. Yesus sengaja menggunakan nilai 10,000 talenta untuk menekankan kemustahilan bagi seorang hamba untuk melunasinya, seberapa kerasnyapun ia berusaha.

3. Hutangnya Hanya Bisa Lunas Melalui Pengampunan Sang Raja
“Lalu tergeraklah hati raja itu oleh belas kasihan akan hamba itu, sehingga ia membebaskannya dan menghapuskan hutangnya” – Matius 18:27 
Lalu bagaimana hutangnya yang sangat besar itu bisa lunas?  Menurut cerita perumpamaan itu, hutangnya akhirnya bisa lunas karena mendapatkan pengampunan dari sang raja. Begitulah dengan kondisi hutang dosa di hadapan Allah. Hanya karena kemurahan Allah sajalah kita dibebaskan dari semua tuntutan dosa kita.  Hal mana yang dapat terjadi oleh karena Kristus sudah mati menebus dosa kita.

"...Anak Manusia datang bukan untuk dilayani, melainkan untuk melayani dan untuk memberikan nyawa-Nya menjadi tebusan bagi banyak orang."
– Matius 20:28
 

4. Pengampunan Allah Sebagai Dasar Pengampunan Kita Kepada Sesama
“Raja itu menyuruh memanggil orang itu dan berkata kepadanya: Hai hamba yang jahat, seluruh hutangmu telah kuhapuskan karena engkau memohonkannya kepadaku. 18:33 Bukankah engkaupun harus mengasihani kawanmu seperti aku telah mengasihani engkau?” – Matius 18:32

Nah sekarang sampailah kita pada bagian inti pelajaran yang Yesus ingin sampaikan melalui perumpamaan di atas, yaitu ini : Pengampunan Allah terhadap dosa kita yang sangat besar itu seharusnya menjadi dasar pengampunan kita terhadap orang lain yang bersalah terhadap kita.

Kesalahan orang lain terhadap kita digambarkan oleh Yesus hanya senilai 100 dinar. Mengapa hanya 100 dinar? Ya, karena hanya 1 jenis kesalahan dan tidak bersifat kekal.  Bandingkan dengan dosa kita kepada Tuhan yang dinilai 10,000 talenta. Mengapa 10,000 talenta? Karena merupakan akumulatif dari seluruh dosa kita (dosa perbuatan, dosa perkataan, dosa pikiran),  termasuk juga dosa warisan Adam yang semuanya bersifat kekal.  

Pengampunan memang bukanlah hal yang mudah untuk dilakukan. Mengapa?  Karena pengampunan bukanlah sifat alami manusia. Sifat alami manusia ini adalah balas dendam. Pengampunan adalah sifat ilahi. Namun Yesus menasihati kita supaya belajar melepaskan pengampunan. Caranya adalah dengan menyadari betapa besarnya pengampunan yang Allah sudah berikan kepada kita.  Saat kita fokus pada pengampunan Allah yang tak terhingga atas diri kita, maka kita lebih dimampukan untuk mengampuni kesalahan orang lain terhadap kita. 

Menjadi Serupa Dengan Kristus

Membangun Kerajaan Allah, Memiliki Iman Yang Teguh, Bersikap Profesional, dan Mencapai Hidup Sejahtera

— Kekeluargaan, Optimis, Misi, Pengabdian, Antusias, Sejahtera (KOMPAS) —