Renungan

ENAM PELAJARAN DARI MANNA
Santino Widaja - 01 May 2017


"Umat Israel menyebutkan namanya: manna; warnanya putih seperti ketumbar dan rasanya seperti rasa kue madu – Keluaran 16:31"

Melalui hujan roti “manna”, Allah memberi makan 2,5 juta bangsa Israel di padang gurun selama 40 tahun. Namun tujuan Allah memberi manna ini bukanlah hanya untuk memenuhi kebutuhan perut bangsa Israel semata. Lebih dari itu melalui manna, Allah sedang memberikan banyak pelajaran dan nilai-nilai penting kepada mereka, yang tentu saja relevan juga bagi kita.  (Mohon baca kisah selengkapnya di Kel 16:1-36)

Pelajaran #1
: Tuhan sediakan berkat bagi kita,tapi kita harus bangun pagi dan pergi keluar untuk memungutnya.
Keluaran 16:4 "Lalu berfirmanlah TUHAN kepada Musa: "Sesungguhnya Aku akan menurunkan dari langit hujan roti bagimu; maka bangsa itu akan keluar dan memungut tiap-tiap hari sebanyak yang perlu untuk sehari".
Tuhan menurunkan hujan roti di padang gurun, bukan di dalam tenda. Dikatakan bahwa bangsa Israel harus keluar dari tenda untuk memungut manna itu. Yang memilih untuk tetap tidur di dalam tenda akan kelaparan sepanjang hari!. 

Pelajaran #2:
 Kumpulkan berkat Tuhan seperlunya. Jangan Serakah.
Kemudian kita lihat, bangsa Israel diperintahkan untuk mengumpulkan manna “seperlunya saja”. Jangan mengambil manna bergunung-gunung, seperti halnya kalau kita sedang mengambil makanan di restoran all-u-can-eat

Pelajaran #
3: Latihlah dirimu untuk taat. Berapa lama kita harus taat? Cukup 1 hari saja, setiap hari.
Mengenai cara mendapatkan manna, Allah menetapkan aturan yang ketat untuk ditaati oleh Bangsa Israel tiap-tiap hari. Prinsipnya simpel: "Taat - kenyang. Tidak taat - lapar. Titik." Begitulah cara Allah melatih bangsa yang tegar tengkuk ini untuk belajar setia dan taat total kepada Firman Tuhan.

Pelajaran #
4: Tidak usah kuatir akan hari esok. Hari besok akan ada berkatnya sendiri.  Percaya saja.
Keluaran 16:19-20 "Musa berkata kepada mereka: "Seorangpun tidak boleh meninggalkan dari padanya sampai pagi. Tetapi ada yang tidak mendengarkan Musa dan meninggalkan dari padanya sampai pagi, lalu berulat dan berbau busuk. Maka Musa menjadi marah kepada mereka".
Manna tidak boleh disimpan untuk esok hari.  Menimbun manna untuk besok menunjukkan ketidakpercayaan terhadap pemeliharaan Allah. Dengan cara ini, Tuhan sedang mendidik bangsa Israel untuk bergantung kepada Allah, hari demi hari.

Pelajaran # 5:  Kerja boleh, tapi ingat ke gereja
Keluaran 16:22 "Dan pada hari yang keenam mereka memungut roti itu dua kali lipat banyaknya, dua gomer untuk tiap-tiap orang"
Khusus untuk hari keenam, manna harus diambil 2 gomer. Karena keesokan harinya adalah Sabat dan manna tidak turun. Anehnya, manna yang biasanya cuma bisa bertahan 1 hari saja, khusus pada hari Sabat, Allah membuat manna bisa bertahan selama 2 hari. Hal ini terjadi karena Allah mau semua bangsa Israel beristirahat dan mempersembahkan hari itu bagi Allah. 

Pelajaran #6:
Ceritakan kemurahan dan pemeliharaan Tuhan atas hidup kita kepada anak-cucu kita. 
Keluaran 16:32 Musa berkata: "Beginilah perintah TUHAN: Ambillah segomer penuh untuk disimpan turun-temurun, supaya keturunan mereka melihat roti yang Kuberi kamu makan di padang gurun, ketika Aku membawa kamu keluar dari tanah Mesir." 
Allah memerintahkan Musa untuk menyimpan segomer manna untuk disimpan di dalam tabut perjanjian; supaya menjadi peringatan turun-temurun akan pemeliharaan Allah yang setia dan dahsyat kepada bangsa Israel di padang gurun selama 40 tahun! 

Menjadi Serupa Dengan Kristus

Membangun Kerajaan Allah, Memiliki Iman Yang Teguh, Bersikap Profesional, dan Mencapai Hidup Sejahtera

— Kekeluargaan, Optimis, Misi, Pengabdian, Antusias, Sejahtera (KOMPAS) —