Renungan

BERAPAKAH HARGA MANUSIA ?!
Santino Widjaja - 01 July 2017


Setiap barang dan makhluk di dunia ini memiliki harga. Ada yang murah ada yang mahal. Nah, lalu pernahkah kita berpikir berapakah harga manusia?

Ternyata ada banyak cara untuk mengetahui harga manusia. Salah satunya adalah seperti yang dilakukan oleh seseorang. Ia menghitung harga dari semua unsur-unsur kimiawi yang membentuk tubuh manusia, misalnya Oksigen (65%), Carbon (18,5%), Hydrogen (9,5%), Nitrogen (3,2%) dll, dan ia mendapatkan harga USD 160 atau sekitar Rp. 2 juta.  Walah! Lebih murah daripada seekor kambing. Tentu saja perhitungan ini terlalu sederhana. Karena tidak memperhitungkan sintesa kimiawi yang sangat kompleks yang diperlukan untuk membentuk tubuh manusia berikut fungsi-fungsinya. Ketika Prof Morowitz melakukan perhitungan tersbut, ia mendapatkan angka yang fantastis, yaitu USD 6 Trillion = Rp 84 Kuadriliun. Wow!  Tapi apakah perhitungan ini sudah tepat? Tentu saja tidak. Karena ini barulah harga dari “tubuh” manusia.  Kita tahu manusia terdiri dari tubuh, jiwa (kehidupan), dan roh. Nah maka ada lagi pihak lain yang menghitung harga manusia dari sisi jiwanya. Misalnya, asuransi. Air Asia mengganti rugi satu nyawa manusia yang mengalami kecelakaan pesawat QZ8501 hanya Rp 25 juta. Sementara Japan Air Lines bersedia membayar dengan 100 juta Yen atau Rp. 10 milyar.

Itu adalah cara menghitung harga “jiwa” manusia versi asuransi. Pernah juga saya mendengar seorang pendeta menghitung harga nyawa manusia dengan pendekatan “alkitabiah”. Dia mengambil cerita ketika Yesus mengusir seorang yang kerasukan setan, dan memindahkannya ke 2000 ekor babi.  Menurutnya, 1 nyawa manusia ekuivalen dengan 2000 ekor babi. Artinya bila Harga seekor babi Rp 3 juta, maka harga nyawa manusia Rp 6 Milyar.

Oke, kita tinggalkan sejenak perdebatan mengenai harga tubuh dan jiwa manusia. Mari sekarang kita beralih pada berapakah harga roh manusia? Sementara para pakar bisa mempunyai berbagai cara untuk menghitung harga tubuh dan jiwa manusia, maka mereka pasti kebingungan saat harus menghitung harga roh manusia. Tapi kita beruntung, karena sebagai orang percaya, kita bisa mendapatkan petunjuknya dari Alkitab. Terjemahan The Message untuk Markus 8:36-37 memberikan penekanan yang indah.  “What good would it do to get everything you want and lose you, the real you? What could you ever trade your soul for? (MSG) --  “Apakah gunanya seseorang mendapatkan segala sesuatu yang ia ingini (di dunia ini), tapi (akhirnya) ia kehilangan dirinya, kehilangan pribadinya yang sejati?  Apa yang dapat diberikan sebagai ganti nyawanya”

Roh kita adalah pribadi kita yang sesungguhnya. Pribadi yang terus hidup sampai kekekalan. Ayat di atas mengingatkan, harga pribadi sejatimu, yaitu rohmu, tidak dapat digantikan bahkan dengan seluruh harta di dunia ini. Ia terlalu berharga.

Mengapa Kita sangat berharga?! Kita sangat berharga karena kita milik Allah
.
Harga sesuatu barang itu tergantung kepada siapa pemiliknya. Kita tahu, barang yang sama dimiliki orang yang berbeda akan berbeda nilainya. Misalnya sebuah sarung tangan yang harganya Rp 1 juta  akan langsung melonjak harganya saat dimiliki oleh Michael Jackson. Harga sarung tangan Michael Jackson laku dijual dengan harga Rp 5.8 Milyar! Itu baru barang milik seorang Michael Jackson.  Bagaimana kalau barang milik Allah? Sang Penguasa Alam Semesta ini?   1 Petrus 2:9 Tetapi kamulah bangsa yang terpilih, imamat yang rajani, bangsa yang kudus, umat kepunyaan Allah sendiri.  

Ayat di atas mengatakan bahwa kita adalah umat kepunyaan Allah. Salinan NIV menyebutnya dengan  “
God's special possession”, atau milik Allah yang spesial!. Allah memiliki banyak hal. Ia memiliki alam semesta, malaikat, takhta surga, tapi hanya umat tebusannyalah yang disebut sebagai milikNya yang spesial. Tidakkah ini sangat membesarkan hati?!. Jadi kita sangat berharga, karena kita merupakan milik Allah yang spesial.  Kita berharga bukan menurut kata orang tua, teman, pasangan atau bahkan diri kita sendiri, tapi menurut Allah.   Setiap kali kita merasa tidak berharga, ingat apa yang Firman Allah katakan tentang kita.

Kita sangat berharga karena Yesus sudah membelinya dengan darahNya yang mahal
1 Kor 7:23 Kamu telah dibeli dan harganya telah lunas dibayar. Karena itu janganlah kamu menjadi hamba manusia.

Bagaimana kita menentukan harga sesungguhnya sebuah barang? Tentu bukan dari seberapa nilai yang ditawarkan oleh si penjual, tapi dari nilai yang sedia dibayar oleh si pembeli.   Misalnya penjual property menjajakan rumah dengan nilai Rp. 4M, lalu tiap 4 bulan naik bertahap, 4,25….  4,5…. 5… 5,25M… dan seterusnya.   Apakah itu harga yang sesungguhnya?  Tentu saja tidak.  Harga sesungguhnya adalah harga di mana ada pembeli yang mau membayarnya, misalnya ternyata di harga  4,25M.
  Dengan cara yang sama, kita dapat mengatakan, harga manusia adalah harga di mana ada pembeli yang bersedia membayarnya. Yesus mau membayar kita, dengan darah-Nya yang mahal. Itu artinya kita sangat berharga di mata Allah. Jangan pernah bilang, saya tidak berguna, saya sampah. Karena Yesus tidak akan mati untuk sampah. Jadi lain kali apabila kita ingin mengetahui berapa nilai kita, pandanglah salib!

[sw]

Menjadi Serupa Dengan Kristus

Membangun Kerajaan Allah, Memiliki Iman Yang Teguh, Bersikap Profesional, dan Mencapai Hidup Sejahtera

— Kekeluargaan, Optimis, Misi, Pengabdian, Antusias, Sejahtera (KOMPAS) —